PT Kahoindah Citragarment Tambun-Bekasi
WRC melakukan investigasi di pabrik PT Kahoindah Citragarment Tambun – Bekasi yang dimiliki dan dioperasikan oleh Hojeon Ltd. (Hojeon), konglomerat pabrik asal Korea Selatan. Investigasi dilakukan sebagai tanggapan atas keluhan dari pekerja yang diterima oleh WRC setelah pabrik mengumumkan niatnya untuk melakukan penutupan pabrik pada 2 Juli 2018.
Sejak 2009 hingga penutupan pabrik pada 12 Oktober 2018, Nike dan mitra bisnisnya, Branded Custom Sportswear (BCS), mengungkapkan PT Kahoindah Bekasi sebagai pemasok pakaian berlogo universitas. Menurut data Bea Cukai Amerika, PT Kahoindah Bekasi juga mengirimkan produksi pakaiannya untuk Fanatics, Stance, Paramount Apparel, dan Design Resources.
Investigasi WRC menemukan bahwa PT Kahoindah Bekasi melanggar hukum Indonesia, dan dengan perluasan standar perburuhan universitas, telah gagal membayar sebagian besar kompensasi bagi pekerja yang diamanatkan secara hukum. Secara khusus, pada bulan-bulan menjelang penghentian operasinya, PT Kahoindah Bekasi secara tidak sah menggunakan paksaan dan pernyataan palsu untuk meyakinkan pekerja agar mengundurkan diri dari pabrik. Akibatnya, pekerja hanya menerima setengah dari pesangon yang seharusnya menjadi hak mereka secara hukum jika mereka tetap bekerja di pabrik dan diberhentikan setelah pabrik ditutup. Kerugian finansial rata-rata untuk setiap pekerja, sebagai akibat dari dipaksa atau disesatkan untuk mengundurkan diri, sebanding dengan upah tujuh bulan.
Setelah menyelesaikan investigasinya dan membagikan temuannya dengan Hojeon, WRC menghubungi merk-merk utama yang diproduksi dari fasilitas Hojeon di Indonesia terkait isi investigasi tersebut. Fanatics, Gap, dan Under Armour, yang masing-masing memproduksi langsung dari PT Kahoindah Bekasi atau fasilitas terkait di Cakung – Jakarta, memimpin dalam keterlibatannya dengan Hojeon untuk memastikan bahwa mereka memahami kewajibannya memberikan kompensasi yang sesuai kepada pekerja.
Komunikasi dengan pemilik merk ini pada akhirnya membuat manajemen Hojeon menghubungi WRC untuk membahas perbaikan atas pelanggaran luar biasa terkait pesangon tersebut. Setelah berbagi informasi ketenagakerjaan dan keuangan yang relevan dengan WRC, Hojeon setuju untuk membayar 2.001 mantan pekerjanya dengan tambahan senilai 4,5 juta dolar Amerika yang dihitung sebagai pesangon yang belum dibayar. Ini mewakili apa yang diyakini WRC sebagai jumlah terbesar nilai pesangon pekerja yang dimenangkan dalam satu kasus pelanggaran pesangon secara ilegal.
Setelah upaya penjangkauan pekerja yang dipimpin WRC pada Agustus 2019, lebih dari 99% pekerja yang memenuhi syarat mengunjungi tempat pertemuan yang ditentukan di dekat lokasi pabrik yang ditutup untuk menandatangani dokumen yang mengonfirmasi penerimaan mereka atas pembayaran yang direncanakan. Pembayaran tambahan pesangon dilakukan dalam dua kali angsuran, yang pertama pada akhir Agustus 2019 dan yang kedua pada November 2019 (jadwal yang disepakati WRC setelah berkonsultasi dengan perwakilan pekerja). WRC telah meninjau data penggajian dari Hojeon, dan membandingkannya dengan informasi yang diberikan oleh para pekerja, untuk memastikan bahwa jumlah yang Hojeon rencanakan untuk dibayarkan kepada setiap pekerja adalah jumlah yang secara hukum menjadi hak mereka. WRC juga mewawancarai beberapa pekerja setelah proses distribusi untuk memverifikasi bila ada sesuatu hal yang tidak sesuai, dan WRC berhasil terlibat bersama Hojeon untuk memperbaiki setiap permasalahan yang muncul dalam proses tersebut.
Read More:
- $4.5 Million in Back Pay Delivered to Workers in Indonesia – December 4, 2019
- Update: Successful Remediation at PT Kahoindah Citragarment (Indonesia) – August 28, 2019
- Worker Rights Consortium Assessment PT Kahoindah Citragarment Tambun-Bekasi (Indonesia) – April 9, 2019
- Information Concerning Nike’s Indonesia Production – November 7, 2018
In the News:
- “The $4 Million Severance Payout That Almost Didn’t Happen,” National Public Radio – December 15, 2019
- “Supplier pays “largest ever” severance sum,” Ecotextile News – December 6, 2019
Join our newsletter
Sign up to the WRC’s mailing list to stay updated on our work.